Pagelaran Seni dan Budaya Nusantara Dihadiri Pejabat Indonesia dan Malaysia

Sabah (Dikdasmen): Community Learning Center (CLC) Mostyn menyelenggarakan Pagelaran Seni Budaya Nusantara di Dewan Masyarakat Sri Kunak, Sabah, Malaysia, pada Sabtu, 2 April 2016. Acara ini merupakan kegiatan yang kali pertama dilaksanakan oleh sebuah CLC dengan menggandeng banyak lembaga pemerintah Malaysia dan berlokasi di jantung kota, tepatnya di ibukota daerah Kunak.

Menurut Muhammad Nurul Huda, Ketua Pelaksana, acara ini dapat mempererat hubungan CLC dengan lembaga pemerintah Malaysia. “Kami membuat pertunjukan skala besar yang melibatkan beberapa lembaga pemerintah Malaysia dan mengundang para pejabat tinggi daerah Kunak agar semuanya memahami apa itu CLC,” katanya.

Berkat hubungan baik dengan kepolisian daerah Kunak, CLC Mostyn yang dikelola oleh Luciana Chendrawati pernah mendapat bantuan dari kepolisian daerah Kunak berupa layanan kawalan perjalanan gratis saat melakukan kegiatan study tour perpisahan siswa kelas IX pada tahun 2015.

Acara akbar ini dihadiri oleh banyak pejabat baik dari Indonesia maupun Malaysia. Mereka di antaranya Kepala Perwakilan RI Tawau Abdul Fatah Zainal, Fungsi Sosbud KRI Tawau Dian Ratri Astuti, Koodinator Pendidik Tawau Pardianto, Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu Istiqlal Makrip, Pembantu Menteri Pembangunan Kemajuan Dua Bandar Negeri Sabah dan Adnun N.51 Kunak YB Datuk Haji Nilwan bin Haji Kabang, Pegawai Pejabat Daerah Kunak Susilo bin Sumarto, Ketua ibu pejabat polis daerah Kunak Mohd Rasyid bin Abdullah, Ketua Pejabat Pendidikan Kunak Haji Raduan bin Haji Abdurohman, Pengarah Hospital Kunak Mustafa, Manajer Sime Darby Mostyn Estate Saifulizan bin Kamarudin, Manajer Sawit Kinabalu Bongalio Henry Kunat, Ketua Pejabat Kesehatan, dan Guru Besar Sekolah Kebangsaan. Acara ini diresmikan oleh YB Datuk Haji Nilwan bin Haji Kabang dan Haji Raduan bin Haji Abdurrohman.

Pagelaran Seni Budaya Nusantara menampilkan seni dan budaya Indonesia dan Malaysia. Pertunjukan seni-budaya itu di antaranya tarian-tarian dari Indonesia dan Malaysia, fashion show baju adat Indonesia dan Malaysia, makanan khas Indonesia, pameran keterampilan hasil belajar anak-anak CLC, dan pameran dari pejabat kesehatan dan ibu pejabat polis (pameran narkotika, pelanggaran kejahatan, dan aturan di jalan raya).

Ada sepuluh sekolah Indonesia yang terlibat dalam acara ini. Mereka berasal dari daerah Kunak dan Samporna; CLC SMP Mostyn (penyelenggara), CLC SMP Giram, CLC SMP Jelita Bumi, CLC SMP Segaria, CLC SMP Baturong, CLC SMP KL Kepong, CLC SD Pegagau, CLC SD Segaria, CLC SD Koko Intan, CLC SD Putra bangsa. Sementara tiga Sekolah Malaysia yang berpartisipasi yaitu SK Lormalong, SK Kunak 2, dan SMK Kunak.

Dian Ratri Astuti menyampaikan apresiasi terhadap acara ini. “Ini merupakan soft diplomacy untuk membuat penetrasi positif guna kelancaran perluasan CLC dan penguatan kedudukannya agar setaraf dengan Sekolah Kebangsaan,” ucapnya.

Pelaksanaan Pagelaran Seni Budaya Nusantara dilatarbelakangi oleh situasi di mana hingga saat ini masih banyak orang yang belum tahu keberadaan CLC, baik masyarakat awam maupun para pejabat di lembaga pemerintah Malaysia. Selama ini banyak orang menyamakan CLC dengan Humana sebagai pusat belajar baca-tulis-hitung (calistung) setingkat SD dengan kurikulum Malaysia. Pemahaman itu didasari fakta bahwa Humana lebih dulu ada daripada CLC dan CLC berbagi gedung tempat belajar dengan Humana.* (Padlil Syah)

Sumber

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − 4 =